FENOMENA KONVERSI LAHAN DI PERKOTAAN: PERMASALAHAN DAN SOLUSI
Rp. 162.000
Jumlah
Buku Rerefensi | Berat: 250 gr | Stok: 200
Buku Rerefensi | Berat: 250 gr | Stok: 200
FENOMENA KONVERSI LAHAN DI PERKOTAAN: PERMASALAHAN DAN SOLUSI
Penulis : Prof. Dr. Siti Fadjarajani, Dra., MT.
Editor : Elgar Balasa Singkawijaya., S.Pd., M.Pd.
Design Cover dan Tata Letak : Tim Baca Disini
Ukuran: 250hlm, 15,5 cm x 21 cm
ISBN: -
Cetakan Pertama: Agustus 2026
Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang. Dilarang menerjemahkan, memfotokopi, atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari Penerbit.
Penerbit
PT Baca Disini Media Internasional
No IKAPI 291/JTE/2024
Kebumen, Jawa Tengah, Kode Pos 54313
Kontak: +62822-2087-0270
Website: www.bacadisinimediainternasional.com
E-mail:
bacadisini.mediapublisher@gmail.com
Sinopsis
Buku ini membahas secara komprehensif dinamika urbanisasi, perubahan tata ruang, dan konversi lahan serta berbagai implikasinya terhadap ketahanan pangan, lingkungan, dan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat peri-urban. Di tengah pertumbuhan kota yang semakin pesat, ekspansi kawasan perkotaan sering kali mendorong perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi permukiman, kawasan komersial, dan infrastruktur. Kondisi tersebut tidak hanya mengubah struktur ruang, tetapi juga memunculkan persoalan ekologis, sosial, ekonomi, hingga konflik agraria yang membutuhkan pengelolaan secara terpadu dan berkelanjutan.
Pembahasan diawali dengan konsep kota, teori pertumbuhan ruang, faktor pendorong urbanisasi, serta fenomena urban sprawl, kemudian dilanjutkan dengan landasan teoretis guna lahan, teori nilai dan sewa lahan, mekanisme pasar lahan, serta keterkaitan antara aksesibilitas dan harga tanah. Buku ini juga menguraikan tipologi dan mekanisme konversi lahan, aktor-aktor yang terlibat, serta dampaknya terhadap penyusutan lahan pertanian dan ketahanan pangan. Aspek lingkungan turut dikaji melalui pembahasan mengenai penurunan resapan air, risiko banjir, penurunan muka air tanah, urban heat island, dan berkurangnya kemampuan lahan dalam menyerap karbon.